Rabu, 23 Januari 2013

GSM




Tugas Makalah
Mata Kuliah : Komunikasi Data
Jurusan/Semester : TI/IIIC (Malam)

 GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS
( GSM )





Oleh :
KELOMPOK I
2011020197       Hesky  Ponongoa
2011020196       Moh. Febrianto Ponongoa
2011020172       Hasrianti
20110201           Akbar Nurdin

STMIK HANDAYANI MAKASSAR
2012



ABSTRAK
Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan.Perpaduan antara aspek teknik computer dengan teknik telekomunikasi berkembang pesat menjadi teknik komunikasi data.Komunikasi data merupakan proses pengiriman informasi (data) dari daerah satu ke daerah yang lain dalam lingkungan  geografis tertentu.Salah satu hal terpenting didalam system komunikasi data adalah pemilihan jenis media komunikasi.Media komunikasi telepon selular GSM (Global System for Mobile Communication) paling banyak digunakan bila dibandingkan dengan teknologi lainnya,seperti : AMPS (Advance Mobile Phone System),NMT (Nordic Mobile Telephone),CDMA (Code Devision Multiple Access) karena mempunyai keunggulan infrasturktur dan teknologi.
GSM  adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel (wireless)yang bersifat terbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orangdi lebih dari 200 negara. Banyaknya standar GSM ini membuat roaminginternasional sangat umum dengan "persetujuan roaming" antar operator telepongenggam. Ada pun pengertian lain dari Global System for Mobile communication(GSM) adalah sebuah standar global untuk komunikasi bergerak digital. GSMadalah nama dari sebuah group standarisasi yang dibentuk di Eropa tahun 1982untuk menciptakan sebuah standar bersama telpon bergerak selular di Eropayang beroperasi pada daerah frekuensi 900 MHz. GSM saat ini banyakdigunakan di negara-negara di dunia












PENDAHULUAN
            GSM atau Global System for Mobile Communication pada mulanya adalah  singkatan dari Groupe Spécial Mobile. GSM adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.
            Sebagai salah satu teknologi seluler yang paling banyak digunakan di dunia, GSM mengalami beberapa perkembangan baik itu dari segi kapasitas system, keamanan sytem, dsb.













PEMBAHASAN
1.    Sejarah Perkembangan GSM
Pada awalnya Teknologi komunikasi selular sebenarnya sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal tahun 1980-an, diantaranya sistem C-NET yang dikembangkan di Jerman dan Portugal oleh Siemens, sistem RC-2000 yang dikembangkan di Prancis, sistem NMT yang dikembangkan di Belanda dan Skandinavia oleh Erricson, serta sistem TACS yang beroperasi di Inggris. Namun teknologinya yang masih analog membuat sistem yang digunakan bersifat regional sehingga sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi tertentu saja (tidak bisa melakukan roaming antar negara).
Teknologi analog yang berkembang, semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang semakin dinamis, maka untuk mengatasi keterbatasannya, negara-negara Eropa membentuk sebuah organisasi pada tahun 1982 yang bertujuan untuk menentukan standar-standar komunikasi selular yang dapat digunakan di semua Negara Eropa. Organisasi ini dinamakan Group Special Mobile (GSM). Organisasi ini memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication atau GSM.
GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar. Pada September 1992, standar type approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa, Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Pada awal munculnya teknologi generasi pertama (1G), teknologi pertama yang diluncurkan adalah Global System for Mobile (GSM) dan Code Division Multiple (CDMA). Metode akses yang digunakan oleh CDMA dan GSM berbeda, yaitu 1G hanya dapat digunakan untuk menelpon dan masih menggunakan nada dering monofonik, yang tentunya belum memiliki akses ke internet. Kemudian pada tahun 1990an diluncurkan teknologi generasi kedua (2G), yaitu GSM dengan fasilitas nada dering polifonik dan baru memiliki pengaturan variasi warna. Setelah 2G, muncul telepon seluler dengan 2.5G yang telah memiliki fitur Mobile Multimedia Message (MMS) dan dilengkapi akses General Packet Radio Service (GPRS). Perkembangan teknologi yang sangat pesat, sehingga dimunculkanlah telepon seluler dengan teknologi generasi ketiga (3G). Teknologi ini cukup diminati di masyarakat, dengan salah satu keunggulan baru dari telpon seluler yang memiliki fitur video call yang membuat kita dapat melihat lawan bicara kita pada saat melakukan panggilan. Sampai saat ini telah dikeluarkan teknologi yang disebut 3.5G, yang merupakan teknologi transmisi data pita lebar (bandwith) yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (mobile broadband) dan berbasis High-Speed Downlink Package Access (HSDPA).
HSDPA ini pertama kali diperkenalkan di Jepang (berupa 3G+ sampai 3.5G). Teknologi 3,5G ini selalu berkembang sama seperti pada generasi sebelumnya. 3.5G adalah teknologi lanjutan dari 3G yang dalam teori memberikan layanan suara, video, maupun akses dengan kecepatan hingga 3.6 Mbps atau sembilan kali lebih cepat dari layanan 3G umumnya. Kontennya sendiri tidak jauh berbeda dengan konten dari teknologi 3G yang sudah ditawarkan oleh beberapa operator seluler di Indonesia yaitu video call, mobile video, mobile TV, serta video content. Sedangkan perbedaan antara 3G dengan 3.5G adalah 3.5G menyuguhkan gambar yang lebih tajam dari gambar yang ditawarkan oleh 3G. Seperti teknologi sebelumnya, teknologi 3.5G juga menggunakan broadband yang menyediakan akses atau koneksi internet lebih cepat dan sambungan langsung ke jaringan internet lokal maupun internasional.
2.     Arsitektur Jaringan GSM
Secara umum, network element dalam arsitektur jaringan GSM dapat dibagi menjadi:
  1. Mobile Station (MS)
  2. Base Station Sub-system (BSS)
  3. Network Sub-system (NSS),
  4. Operation and Support System (OSS)
Secara bersama-sama, keseluruhan network element di atas akan membentuk sebuah PLMN (Public Land Mobile Network).
Mobile Station atau MS merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. Terdiri atas:
  • Mobile Equipment (ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirim dan penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.
  • Subscriber Identity Module (SIM) atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayanan. ME tidak akan dapat digunakan tanpa SIM didalamnya, kecuali untuk panggilan darurat. Data yang disimpan dalam SIM secara umum, adalah:
  1. IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan penomoran pelanggan.
  2. MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan.
Base Station System atau BSS, terdiri atas:
  • BTS Base Transceiver Station, perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.
  • BSC Base Station Controller, perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC
Network Sub System atau NSS, terdiri atas:
  • MobileSwitchingCenteratau MSC, merupakan sebuah network element central dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antar selular maupun dengan jaringan kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data.
  • Home Location Register atau HLR, yang berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen.
  • Visitor Location Register atau VLR, yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan.
  • Authentication Center atau AuC, yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan.
  • Equipment Identity Registration atau EIR, yang memuat data-data pelanggan.
Operation and Support System atau OSS, merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault management, configuration management, performance management, dan inventory management.

3.    Spesifikasi Jaringan GSM
IV.V. Spesifikasi GSM
Sebelum melihat ke spesifikasi GSM, adalah hal yang penting untuk mengerti beberapa terms dasar berikut :
a.    bandwidth - range dari batas kanal; lebih lebar bandwidth, lebih cepat data dapat dikirim
b.    bits per second (bps) – pulsa tunggal dari data; delapan bit sama dengan satu byte
c.    frequency – banyaknya putaran per unit waktu; frekuensi diukur dalam hertz (Hz)
d.     kilo (k) – kilo menunjukkan 1000; singkatan kbps menyatakan 1000 bits per detik
e.    megahertz (Mhz) – 1,000,000 hertz (putaran per detik)
f.     millisecond (ms) – se-pe- ribu dari satu detik
g.    watt(W) – ukuran daya pemancar Spesifikasi untuk layanan sistem personal communication services (PCS) yang berlainan akan merubah jaringan PCS tersebut. Daftar dibawah mendeskripsikan spesifikasi dan karakteristik GSM.
h.    Frequency band – range frequency yang dispesikasikan untuk GSM adalah 1,850 to 1,990 Mhz (mobile station ke base station).
i.      Duplex distance - duplex distance adalah 80 Mhz. Duplex distance ialah jarak antara frekuensi uplink dan downlink. Satu kanal memiliki dua frekuensi, terpisah 80 Mhz.
j.      Channel separation – pemisahan antara frekuensi pembawa terdekat. Di GSM, ini adalah 200 kHz.
k.    Modulation - modulasi adalah proses mengirim sinyal dengan merubah karakterikstik dari frekuensi pembawa. Hal ini dapat dilakukan di GSM melalui Gaussian Minimum Shift Keying (GMSK).
l.      Transmission rate – GSM adalah sistem digital dengan laju over-the-air 270 kbps.

m.   Access method – GSM memanfaatkan konsep Time Division Multiple Access (TDMA). TDMA adalah teknik dimana beberapa panggilan berbeda memungkinkan berbagagi pembawa yang sama. Tiap panggilan di tandai slot waktu yang akurat.
n.    Speech coder - GSM menggunakan linear predictive coding (LPC). Maksud dari LPC adalah untuk mengurangi laju bit. LPC memberikan parameter untuk filter yang menirukan vokal. Sinyal lewat melalui filter ini, meninggalkan dibelakang sinya sisa. Percakapan di enkode pada 13 kbps.

4.    Keuntungan dan Kerugian Menggunakan GSM
A.Keuntungan
a. dilihat dari sudut pandang konsumen :
- kualitas suara digital yang lebih tinggi
- alternatif biaya rendah untuk menelpon dan pengiriman pesan 

b. Operator :
- kemampuan menerapkan peralatan dari  yang berbeda
- penawaran jasa roaming

c. Dilihat dari kualitasnya dibanding sistem yang lain
-  standart jaringan yang terbuka memberikesempatan menambah layanan   didalamnya
- coveragenya lebih luas
- roamingnya lebih luas
- vendor (operator) yang bnyak dan berkompetisi dengan ketat
- aksesorisnya lebih fleksibel dan banyak pilihan
B.Kerugian
- Kualitas datanya sering terjadi drop call
- Keamanan datanya mudah disadap
Kesimpulan
A. Global System for Mobile Communications (GSM) adalah salah satustandar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka.
B. Jaringan GSM selular, terdiri atas :
   - MSC (Mobile Switching Center),Sebagai switching system.
  - BSS (Base Station Subsystem) sebagai pengirim dan penerima sinyal radio dari dank e pelanggan.
     - OS (Out Station) sebagao terminal pelanggan yang bersifat bergerak.
C. Dalam penggunaannya pula terdapat kelebihan dan kekurangan dapa dilihat dari sudut pandang konsumen,operator,serta dilihat dari kualitasnya dibandingkan dengan system yang lain.

Daftar Pustaka
http://jeriantomudul23.wordpress.com/2012/04/11/rangkuman-sistel-sejarah-gsm-dan-cdma
http://iskandardaulima.blogspot.com/2010/10/sejarah-perkembangan-teknologi-internet.html