Tugas
Makalah
Mata
Kuliah : Komunikasi Data
Jurusan/Semester
: TI/IIIC
(Malam)
GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE
COMMUNICATIONS
( GSM )
Oleh :
KELOMPOK I
2011020197 Hesky Ponongoa
2011020196 Moh. Febrianto Ponongoa
2011020172 Hasrianti
20110201 Akbar Nurdin
STMIK
HANDAYANI MAKASSAR
2012
ABSTRAK
Komunikasi
memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan.Perpaduan antara aspek teknik
computer dengan teknik telekomunikasi berkembang pesat menjadi teknik
komunikasi data.Komunikasi data merupakan proses pengiriman informasi (data)
dari daerah satu ke daerah yang lain dalam lingkungan geografis tertentu.Salah satu hal terpenting
didalam system komunikasi data adalah pemilihan jenis media komunikasi.Media
komunikasi telepon selular GSM (Global System for Mobile Communication) paling
banyak digunakan bila dibandingkan dengan teknologi lainnya,seperti : AMPS
(Advance Mobile Phone System),NMT (Nordic Mobile Telephone),CDMA (Code Devision
Multiple Access) karena mempunyai keunggulan infrasturktur dan teknologi.
GSM adalah salah satu standar sistem komunikasi
nirkabel (wireless)yang bersifat
terbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orangdi lebih dari 200 negara. Banyaknya standar GSM
ini membuat roaminginternasional sangat umum dengan "persetujuan
roaming" antar operator telepongenggam. Ada pun pengertian lain dari
Global System for Mobile communication(GSM) adalah sebuah standar global
untuk komunikasi bergerak digital. GSMadalah
nama dari sebuah group
standarisasi yang dibentuk di Eropa tahun 1982untuk menciptakan
sebuah standar bersama telpon bergerak selular di Eropayang beroperasi pada daerah frekuensi 900 MHz. GSM saat ini
banyakdigunakan di negara-negara di dunia
PENDAHULUAN
GSM atau Global System for Mobile Communication pada mulanya adalah singkatan dari Groupe Spécial Mobile. GSM adalah sebuah teknologi komunikasi
selular yang bersifat digital. Teknologi GSM
banyak diterapkan pada komunikasi
bergerak, khususnya telepon genggam.
Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan
pengiriman sinyal yang dibagi
berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan
sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global
untuk komunikasi
selular sekaligus sebagai teknologi selular
yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.
Sebagai salah satu teknologi seluler
yang paling banyak digunakan di dunia, GSM mengalami beberapa perkembangan baik
itu dari segi kapasitas system, keamanan sytem, dsb.
PEMBAHASAN
1.
Sejarah
Perkembangan GSM
Pada awalnya Teknologi
komunikasi selular sebenarnya sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal
tahun 1980-an, diantaranya sistem C-NET yang dikembangkan di Jerman dan
Portugal oleh Siemens, sistem RC-2000 yang dikembangkan di Prancis, sistem NMT
yang dikembangkan di Belanda dan Skandinavia oleh Erricson, serta sistem TACS
yang beroperasi di Inggris. Namun teknologinya yang masih analog membuat sistem
yang digunakan bersifat regional sehingga sistem antara negara satu dengan yang
lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada
suatu area sistem teknologi tertentu saja (tidak bisa melakukan roaming antar
negara).
Teknologi analog yang
berkembang, semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang
semakin dinamis, maka untuk mengatasi keterbatasannya, negara-negara Eropa
membentuk sebuah organisasi pada tahun 1982 yang bertujuan untuk menentukan
standar-standar komunikasi selular yang dapat digunakan di semua Negara Eropa.
Organisasi ini dinamakan Group Special Mobile (GSM). Organisasi ini memelopori
munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication
atau GSM.
GSM muncul pada pertengahan
1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa
oleh ETSI (European
Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara
komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM
merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa
dijadikan standar. Pada September 1992, standar type approval untuk handphone
disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam
memproduksi GSM. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi
perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area
yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital
Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut,
akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu,
dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar
handphone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat
di kurangi. Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk
Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon selular analog yang
bernama AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone).
Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat
sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di
Eropa, Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005,
pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM
tumbuh dan berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak
digunakan di seluruh dunia.
Pada awal munculnya
teknologi generasi pertama (1G), teknologi pertama yang diluncurkan adalah
Global System for Mobile (GSM) dan Code Division Multiple (CDMA). Metode akses
yang digunakan oleh CDMA dan GSM berbeda, yaitu 1G hanya dapat digunakan untuk
menelpon dan masih menggunakan nada dering monofonik, yang tentunya belum
memiliki akses ke internet. Kemudian pada tahun 1990an diluncurkan teknologi
generasi kedua (2G), yaitu GSM dengan fasilitas nada dering polifonik dan baru
memiliki pengaturan variasi warna. Setelah 2G, muncul telepon seluler dengan
2.5G yang telah memiliki fitur Mobile Multimedia Message (MMS) dan dilengkapi
akses General Packet Radio Service (GPRS). Perkembangan teknologi yang sangat
pesat, sehingga dimunculkanlah telepon seluler dengan teknologi generasi ketiga
(3G). Teknologi ini cukup diminati di masyarakat, dengan salah satu keunggulan
baru dari telpon seluler yang memiliki fitur video call yang membuat kita dapat
melihat lawan bicara kita pada saat melakukan panggilan. Sampai saat ini telah
dikeluarkan teknologi yang disebut 3.5G, yang merupakan teknologi transmisi
data pita lebar (bandwith) yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (mobile
broadband) dan berbasis High-Speed Downlink Package Access (HSDPA).
HSDPA ini pertama kali
diperkenalkan di Jepang (berupa 3G+ sampai 3.5G). Teknologi 3,5G ini selalu
berkembang sama seperti pada generasi sebelumnya. 3.5G adalah teknologi
lanjutan dari 3G yang dalam teori memberikan layanan suara, video, maupun akses
dengan kecepatan hingga 3.6 Mbps atau sembilan kali lebih cepat dari layanan 3G
umumnya. Kontennya sendiri tidak jauh berbeda dengan konten dari teknologi 3G
yang sudah ditawarkan oleh beberapa operator seluler di Indonesia yaitu video
call, mobile video, mobile TV, serta video content. Sedangkan perbedaan antara
3G dengan 3.5G adalah 3.5G menyuguhkan gambar yang lebih tajam dari gambar yang
ditawarkan oleh 3G. Seperti teknologi sebelumnya, teknologi 3.5G juga
menggunakan broadband yang menyediakan akses atau koneksi internet lebih cepat
dan sambungan langsung ke jaringan internet lokal maupun internasional.
2.
Arsitektur Jaringan GSM
- Mobile Station (MS)
- Base Station Sub-system (BSS)
- Network Sub-system (NSS),
- Operation and Support System (OSS)
Secara
bersama-sama, keseluruhan network element di atas akan membentuk sebuah PLMN
(Public Land Mobile Network).
Mobile
Station atau MS
merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan.
Terdiri atas:
- Mobile Equipment (ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirim dan penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.
- Subscriber Identity Module (SIM) atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayanan. ME tidak akan dapat digunakan tanpa SIM didalamnya, kecuali untuk panggilan darurat. Data yang disimpan dalam SIM secara umum, adalah:
- IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan penomoran pelanggan.
- MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan.
Base
Station System atau BSS,
terdiri atas:
- BTS Base Transceiver Station, perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.
- BSC Base Station Controller, perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC
Network
Sub System atau NSS,
terdiri atas:
- MobileSwitchingCenteratau MSC, merupakan sebuah network element central dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antar selular maupun dengan jaringan kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data.
- Home Location Register atau HLR, yang berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen.
- Visitor Location Register atau VLR, yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan.
- Authentication Center atau AuC, yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan.
- Equipment Identity Registration atau EIR, yang memuat data-data pelanggan.
Operation
and Support System atau OSS,
merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian,
diantaranya fault management, configuration management, performance
management, dan inventory management.
3.
Spesifikasi Jaringan GSM
IV.V.
Spesifikasi GSM
Sebelum
melihat ke spesifikasi GSM, adalah hal yang penting untuk mengerti beberapa
terms dasar berikut :
a. bandwidth
- range dari batas kanal; lebih lebar bandwidth, lebih cepat data dapat dikirim
b. bits
per second (bps) – pulsa tunggal dari data; delapan bit sama dengan satu byte
c. frequency
– banyaknya putaran per unit waktu; frekuensi diukur dalam hertz (Hz)
d. kilo (k) – kilo menunjukkan 1000; singkatan
kbps menyatakan 1000 bits per detik
e. megahertz
(Mhz) – 1,000,000 hertz (putaran per detik)
f. millisecond
(ms) – se-pe- ribu dari satu detik
g. watt(W)
– ukuran daya pemancar Spesifikasi untuk layanan sistem personal
communication services (PCS) yang berlainan akan merubah jaringan PCS
tersebut. Daftar dibawah mendeskripsikan spesifikasi dan karakteristik GSM.
h. Frequency
band – range frequency yang dispesikasikan untuk GSM adalah 1,850 to 1,990 Mhz
(mobile station ke base station).
i. Duplex
distance - duplex distance adalah 80 Mhz. Duplex distance ialah jarak antara
frekuensi uplink dan downlink. Satu kanal memiliki dua frekuensi, terpisah 80
Mhz.
j. Channel
separation – pemisahan antara frekuensi pembawa terdekat. Di GSM, ini adalah
200 kHz.
k. Modulation
- modulasi adalah proses mengirim sinyal dengan merubah karakterikstik dari
frekuensi pembawa. Hal ini dapat dilakukan di GSM melalui Gaussian Minimum
Shift Keying (GMSK).
l. Transmission
rate – GSM adalah sistem digital dengan laju over-the-air 270 kbps.
m. Access
method – GSM memanfaatkan konsep Time Division Multiple Access (TDMA).
TDMA adalah teknik dimana beberapa panggilan berbeda memungkinkan berbagagi
pembawa yang sama. Tiap panggilan di tandai slot waktu yang akurat.
n. Speech
coder - GSM menggunakan linear predictive coding (LPC). Maksud dari LPC adalah
untuk mengurangi laju bit. LPC memberikan parameter untuk filter yang menirukan
vokal. Sinyal lewat melalui filter ini, meninggalkan dibelakang sinya sisa.
Percakapan di enkode pada 13 kbps.
4.
Keuntungan dan Kerugian Menggunakan
GSM
A.Keuntungan
a. dilihat dari sudut pandang
konsumen :
- kualitas
suara digital yang lebih
tinggi
- alternatif biaya rendah untuk menelpon dan pengiriman pesan
b.
Operator :
- kemampuan menerapkan peralatan dari yang berbeda
- penawaran jasa roaming
c. Dilihat
dari kualitasnya dibanding sistem yang lain
- standart
jaringan yang
terbuka memberikesempatan menambah layanan didalamnya
- coveragenya lebih luas
- roamingnya lebih luas
- vendor (operator) yang bnyak dan berkompetisi dengan
ketat
- aksesorisnya lebih fleksibel dan banyak pilihan
B.Kerugian
-
Kualitas datanya sering terjadi drop call
-
Keamanan datanya mudah disadap
Kesimpulan
A. Global System for Mobile Communications (GSM) adalah salah satustandar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang
bersifat terbuka.
B.
Jaringan GSM selular, terdiri
atas :
- MSC (Mobile Switching Center),Sebagai
switching system.
-
BSS (Base Station Subsystem) sebagai pengirim dan penerima sinyal radio dari
dank e pelanggan.
- OS (Out Station) sebagao terminal
pelanggan yang bersifat bergerak.
C. Dalam penggunaannya pula
terdapat kelebihan dan kekurangan dapa dilihat dari sudut pandang
konsumen,operator,serta dilihat dari kualitasnya dibandingkan dengan system
yang lain.
Daftar Pustaka
http://jeriantomudul23.wordpress.com/2012/04/11/rangkuman-sistel-sejarah-gsm-dan-cdma
http://iskandardaulima.blogspot.com/2010/10/sejarah-perkembangan-teknologi-internet.html
http://www.iec.org GSM.pdf